STOP GLOBAL WARMING?

STOP GLOBAL WARMING?

Kalimat diatas sering kali menjadi buah pikiran belakangan ini. Setelah melihat gambar-gambar, iklan radio/tv, posters & banners yang mengambil tema susunan kata seperti itu.

Sebelumnya, mungkin kita perlu tahu dulu. Global Warming itu apa? Jika diterjemahkan langsung kedalam Bahasa Indonesia, Global Warming berarti pemanasan global. Dengan ditambahkan kata “Stop” di depannya maka artinya akan menjadi “Hentikan Pemanasan Global”.

Jika kita merujuk pada site Wikipedia, penjelasan Global Warming adalah sebagai berikut:

Global Warming berarti adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosferlaut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change(IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Berdasarkan Wikipedia, kita kembali ke bahasan kita. Di Wikipedia telah dijelaskan bahwa pemanasan global diusahakan untuk ditekan dalam arti bahwa laju pemanasan global diperlambat dengan berbagai upaya. Jika tidak demikian maka diperlukan adanya usaha untuk beradapasi dengan pemanasan global tersebut. Jika kita merujuk pada konteks kalimat dan apa yang sudah dijelaskan mengenai pemanasan global, kita bisa melihat bahwa pemanasan global tidak dapat kita hindari. Ini cepat atau lambat akan kita jumpai di masa yang akan datang. Sekarang yang harus menjadi pemikiran kita adalah bagaimana memperlambat situasi itu terjadi. Tidak mungkin kita bisa kita hentikan (dalam arti bahwa dalam penyebutannya kita menggunakan kata stop). Sekali lagi saya katakan bahwa hanya bisa diperlambat. Kalau memang bisa dihentikan artinya sebelum pemanasan global itu terjadi (jauh sebelum apa yang sudah kita rasakan sekarang) sudah ada sesuatu yang kita lakukan untuk mencegah atau menghentikannya. Dan jika memang upaya itu kita lakukan itu berarti bahwa kita menghentikan segala hal yang bisa menciptakan laju pemanasan global.  Menghentikannya berarti bahwa menghilangkan peningkatan konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”[1] melalui efek rumah kaca. Berarti menghentkan aktivitas manusia.

Dengan demikian bisa diambil kesimpulan bahwa salah jika kita mengatakan STOP GLOBAL WARMING. Jika demikian sama halnya jika kita mengatakan STOP AKTIVITAS MANUSIA, MARI KITA MATI MULAI DARI SEKARANG.

Apa yang saya soroti disini sebenarnya adalah penggunaan kata STOP yang menurut saya tidak pas aau tidak sesuai jika digunakan sebelum kata GLOBAL WARMING. Iklan radio, poster-poster, dan banyak media publikasi menggunakan rangkaian kata ini dan sealu saja memunculkan pertanyaan dalam hati, mengertikah mereka dengan apa yang mereka katakan atau ungkapkan? Tahukah mereka arti sebenarnya atau hanya ikut-ikutan menggunakan istilah tapi tidak tahu bagaimana proses terjadinya?

Jadi lebih tepat jika kita mengatakan PERLAMBAT LAJU GLOBAL WARMING, bukan STOP GLOBAL WARMING.

Mohon saya untuk dikoreksi jika apa yang saya ungkapkan dalam tulisan ini adalah salah. Saya manusia biasa yang memiliki pikiran untuk menganalisa dan jauh dari sempurna. Karena ketidaksempurnaan itulah yang bisa membuat pemikiran saya salah.

Akhir Zaman menurut ajaran Gereja Katolik

Dapat dari salah satu postingan note Facebook teman. Lody Kolatlena.

Berikut isi tulisannya. Tidak bermaksud untuk mengangkat perbedaan.

Akhir Zaman Menurut Ajaran Gereja Katolik

PEMBAHASAN

  • Pendahuluan
  • Mengapa ajaran Gereja Katolik berbeda dengan ajaran Protestan tentang ini?
  • Dua pandangan Protestan: Post- millenniarism dan Premilleniarism
  • Apakah akan ada “the Secret Rapture”?
  • Ketidaksepakatan dari para rapturists mengenai kapan rapture terjadi
  • Kalau begitu, dari mana mereka mendapatkan ide rapture ini?
  • Dispensationalism
  • Dispensationalism dan ‘rapture’ tidak tertulis secara harafiah dalam Alkitab
  • Jadi apa pengajaran Bapa Gereja mengenai akhir zaman?
  • Pengajaran para pendiri Gereja Protestan tentang akhir zaman
  • Jadi apa prinsip pengajaran Gereja Katolik tentang kedatangan Yesus yang kedua?
  • Kesimpulan

  

Pendahuluan

Saya teringat akan wejangan nenek saya tentang akhir zaman. Sebelum menjadi Katolik, ia adalah seorang Protestan. Sebelum ia wafat, ia pernah berkata demikian pada saya, “Sudah sejak saya masih kecil, saya mendengar akhir zaman dikhotbahkan dan ‘diramalkan’. Katanya sudah hampir datang, tetapi ternyata belum juga datang ya! Jadi lebih baik kita serahkan pada Tuhan, sedangkan bagian kita adalah rajin-rajin berdoa dan berbuat baik saja…” Saya rasa pesan ini sangat bijaksana, sebab jika kita melihat, memang apa yang dikatakan oleh nenek saya itu ada benarnya. Lihat saja, banyak orang meneliti ayat-ayat Alkitab untuk menghitung tahun untuk ‘meramalkan’ akhir zaman, lalu muncullah perkiraan, mulai dari tahun 200, 380, 838, 1000, 1260, 1533, 1844, 1914, 1988… hanyalah sekedar contohnya, tetapi tak ada satupun yang benar. Memang akhir zaman adalah suatu misteri. Kita tak akan mungkin dapat mengetahuinya secara tepat, dan pasti tidak mungkin kita ketahui sampai pada saatnya. Namun, ada banyak hal yang dapat kita ketahui tentang kedatangan Yesus yang kedua ini, dan jangan sampai kita tidak mau tahu tentang hal ini.

Mengapa ajaran Gereja Katolik berbeda dengan ajaran Protestan tentang ini?

Gereja Katolik dan Protestan sama-sama setuju bahwa Yesus Kristus akan datang kembali pada akhir zaman. Namun demikian, ada perbedaan yang cukup mendasar antara pandangan Protestan dengan ajaran Gereja Katolik tentang hal ini. Dua sebab historis yang cukup berpengaruh adalah:

  1. Gereja Protestan tidak melihat bahwa banyak nubuatan dari kitab Daniel yang telah terpenuhi pada masa Yudas Makabe. Karena Alkitab Protestan tidak memasukkan kitab Makabe, maka dapat dimengerti, mengapa demikian.
  2. Kurang memadainya pemahaman tentang kejadian seputar kehancuran Bait Allah di Yerusalem yang terjadi pada tahun 70 AD, yang juga merupakan pemenuhan sebagian dari perkataan Yesus sendiri pada Injil Matius, Markus dan Lukas.

Dua pandangan Protestan: Post- millenniarism dan Premilleniarism

Mungkin ada baiknya, sebelum kita mempelajari apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik, kita melihat terlebih dahulu tentang apa yang diajarkan oleh gereja Protestan tentang akhir zaman ini. Gereja Protestan kebanyakan mengkaitkan kedatangan Yesus yang kedua dengan Kerajaan 1000 tahun yang disebutkan dalam Why 20:1-6. Mengenai hal ini terdapat dua pandangan yang berbeda: pandangan yang meletakkan kedatangan Kristus sebelum kerajaan 1000 tahun adalah Pre-millennialism, sedangkan yang meletakkan kedatangan Kristus sesudah kerajaan 1000 tahun adalah Post-millennialism.

Post-millenialism mencapai puncaknya pada abad 18-19 pada komunitas Anglo-Amerika, yang ditandai dengan pandangan optimistik tentang sejarah manusia, yang menuju kepada kemajuan secara universal. Pandangan ini mengharapkan 1000 tahun kejayaan Kristus yang akan tercapai dalam sejarah manusia. Pada akhir periode kejayaan ini, Iblis akan dilepaskan, perang Armageddon akan terjadi dan Kristus akan kembali datang dengan kemulian-Nya. Kerajaan 1000 tahun menurut pandangan ini mengacu kepada keadaan ideal di segala bidang, yang dihubungkan dengan revolusi politik dan keadilan sosial. Menarik di sini, bahwa ide ini bahkan juga mempengaruhi mental para atheists, seperti Marxism, Nazism dan regim totalitarian lainnya. Namun, dewasa ini, lama-kelamaan faham ini menjadi kurang populer, karena terjadinya kejadian-kejadian brutal di abad ke- 20, dan juga penurunan standar moral, di mana orang-orang tidak lagi menerapkan ajaran iman dan moral Kristiani. Maka pandangan akan kemajuan optimistik akan sejarah manusia dianggap menjadi terlalu naïf.

Maka sekarang, ada tendensi bahwa gereja Protestan tidak lagi mengharapkan kerajaan 1000 tahun melalui kemajuan sejarah manusia. Sebaliknya, mereka mengakui bahwa dimensi kehidupan manusia akan mengalami kemunduran di dalam hal iman dan moral. Nah, maka, timbullah paham Pre-millennialism, di mana keadaan manusia akan semakin memburuk, menjelang akhir zaman/ kedatangan Yesus yang kedua kali. Dalam pandangan ini, terdapat pengajaran yang dikenal sebagai Rapture danDispensationalism.

Apakah akan ada “the Secret Rapture”?

Sering kita dengar teori dari saudara/i kita yang Protestan, bahwa akan ada yang disebut sebagai “the secret rapture”. Yang paling terkenal adalah yang dapat kita baca dalam seri “Left Behind: A Novel of the Earth’s Last Days” karangan Tim LaHaye and Jerry Jenkins. Maksudnya di sini adalah di akhir zaman nanti Yesus akan datang dua kali:

1) Yang pertama, Yesus akan ‘mengangkat’ orang-orang yang sungguh beriman agar tidak mengalami pencobaan/ penderitaan di akhir zaman. [Orang ‘beriman’ yang dimaksud di sini adalah orang yang mengimani apa yang mereka ajarkan].

2) Yang kedua, setelah pengangkatan ini, maka orang-orang yang tertinggal di dunia akan mengalami kesengsaraan akhir “final tribulation”, karena Antikristus akan dibiarkan berkuasa dan akan terjadi bermacam-macam bencana, yang mencapai puncaknya pada penghukuman orang-orang yang menolak Tuhan, pada saat kedatangan Kristus kembali. Jadi ini merupakan kedatangan Yesus yang ‘ketiga’, walaupun para rapturists mengatakan hal ini tidak terpisah dari kedatangan-Nya yang rahasia tersebut di atas.

Ketidaksepakatan dari para rapturists mengenai kapan rapture terjadi 

Para rapturists tersebut mengatakan bahwa menurut Alkitab, kesengsaraan akhir akan terjadi pada tujuh tahun terakhir, dan “secret rapture” itu akan terjadi di dalam periode tersebut. Tetapi, di antara para rapturists itu, tidak ada kesepakatan, kapan sebenarnya akan terjadi “rapture” tersebut. Ada yang mengatakan sebelum kesengsaraan akhir (pre-tribulationists), namun ada juga yang yakin terjadi di tengah-tengah kesengsaraan (mid- tribulationists) dan sesudah kesengsaraan (post-tribulationists). Atau ada juga yang mengajarkan partial rapture, yang artinya hanya sebagian orang-orang Kristen saja yang ‘diangkat’ sebelum kesengsaraan akhir, sedangkan yang lain pada saat sesudahnya. Ketidaksepakatan ini tak jarang menyebabkan perdebatan yang keras. Suatu ironi, karena setiap rapturist itu mengklaim bahwa ia mengartikan secara harafiah berdasarkan “the plain sense of Scripture”. Rupanya, tentang rapture ini ternyata tidak terlalu “plain”/ jelas, bahkan di mata para rapturists itu sendiri.

Kalau begitu, dari mana mereka mendapatkan ide rapture ini?

Sebenarnya, ide “rapture/ pengangkatan” ini hanya dipegang oleh sebagian kecil dari umat Kristen di seluruh dunia. Umat Katolik, Ritus Timur Orthodox, dan bahkan jemaat Protestan sendiri banyak yang menganggap teori rapture ini sebagai sesuatu yang asing. Yang pasti, hal rapture ini tidak ada dalam syahadat Aku Percaya. Yang ada dalam Credo sebenarnya adalah “Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati, kerajaan-Nya tidak akan berakhir.” Syahadat tidak mengatakan apapun tentang kedatangan Yesus ‘tambahan’ secara rahasia untuk mengangkat umat beriman untuk membebaskan mereka dari kesengsaraan akhir zaman. Jadi kesimpulannya, bukan saja hanya para Paus saja yang tidak mengajarkan rapture ini, bahkan para pendiri Gereja Protestan, yaitu Martin Luther, John Calvin dan John Wesley tidak mengajarkan rapture. Maka, jika ada orang bertanya, mengapa di Credo tidak disebutkan mengenai ‘secret rapture’ ini, karena memang ide ini tidak diimani oleh mayoritas umat Kristiani dalam sejarah Gereja, dan tidak berakar dari pengajaran Bapa Gereja.

Dispensationalism 

Dispensationalism, adalah pengajaran yang dipelopori oleh John Nelson Darby (1859-1874), pemimpin sekte Kristen di Inggris, yang bernama Plymouth Brethern yang mengajarkan doktrinnya ke Amerika dan Kanada. Dinamakan ‘dispensationalism’ karena ia membagi sejarah manusia menjadi 7 masa dispensasi/ tahap dimana Tuhan menyatakan wahyu-Nya kepada manusia. Namun di setiap tahap, manusia gagal dalam ujian, sehingga penghakiman terjadi di akhir setiap tahap, dan tahap baru akan menyusul sesudahnya. Maka menurut Darby terdapat perbedaan tak terseberangi antara bangsa Israel dan Gereja, sehingga ia membagi misalnya, bahwa nubuat Perjanjian Lama hanya diperuntukkan bagi bangsa Israel, dan tak ada satupun untuk Gereja. Menurut para dispensationalists, karena bangsa Israel menolak pembentukan Kerajaan Mesias di dunia dengan menolak Kristus, maka Tuhan menunda pembentukan Kerajaan tersebut, dan berpaling pada bangsa-bangsa non-Yahudi. Karenanya, jam/ lonceng nubuatan Yahudi berhenti berdetak, dan hanya lembali berdetak setelah Antikristus datang, dan ‘rapture’ orang-orang beriman terjadi. Setelah para beriman diangkat, maka akan ada penderitaan akhir/ great tribulation bagi dunia, dengan bangsa Israel sebagi pusatnya. Lalu Yesus akan datang ke dunia yang terakhir kali, dan berjaya selama 1000 tahun.

Dispensationalism dan ‘rapture’ tidak tertulis secara harafiah dalam Alkitab

Meskipun para rapturists mengatakan bahwa ide mereka diperoleh melalui “the plain sense of Scripture” namun di Alkitab tidak ada pernyataan yang jelas dan harafiah seperti ini: “Kristus akan kembali datang ke dunia secara rahasia untuk mengangkat umat-Nya ke surga dan kemudian sekali lagi dalam kemuliaan-Nya untuk menghakimi dunia.” Atau, “Tuhan akan mengangkat umat-Nya sebelum kejayaan Antikristus, untuk membebaskan mereka dari penghakiman/ kesengsaraan akhir.” Tidak ada satupun ayat yang mengatakan demikian.

Ayat yang sering mereka kutip adalah Mat 24:37-42, “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya… kedatangan Anak Manusia. …kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain ditinggalkan… Karena itu berjaga-jagalah sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” Menurut para rapturists, maka yang dibawa/ diangkat adalah para orang percaya, sedangkan yang tertinggal adalah yang orang yang tidak percaya. Padahal banyak orang Kristen percaya, bahwa ayat ini mengacu pada penghancuran Yerusalem oleh bangsa Roma. Maka jika konteks air bah zaman Nabi Nuh yang dipakai sebagai acuan, …”air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua.” (Mat 24:37, 39) maka yang ‘dibawa/ dilenyapkan’ adalah orang-orang yang jahat sedangkan orang-orang yang benar malah ditinggalkan, yaitu Nabi Nuh dan anggota keluarganya. Namun demikian, meskipun diartikan bahwa yang diangkat adalah orang-orang yang benar, dalam ayat itu tidak dikatakan bahwa Yesus akan datang secara ‘rahasia’ untuk mengadakan pengangkatan umat pilihan-Nya.

Ayat lainnya yang sering dikutip adalah 1 Tes 4:13-17. Pada ayat ini Rasul Paulus bermaksud menghibur umat di Tesalonika akan kesedihan yang berlebihan meratapi anggota komunitas yang telah wafat, namun ia juga menyinggung tentang kedatangan Tuhan yang kedua: “Selanjutnya kami tidak mau saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup dan masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit, sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

Seorang ahli Alkitab Protestan, Douglas J. Moo yang menentang teori rapture mengatakan, “Teks Perjanjian Baru secara garis besar diarahkan untuk kondisi khusus dalam kehidupan Gereja. Artinya… bahwa pengarang [kitab] akan memasukkan apa yang ia ingin sampaikan pada kondisi tertentu dan tidak menyertakan sesuatu yang tidak perlu jika tidak sesuai dengan maksudnya.” Maka untuk konteks 1 Tes 4:13-18, Rasul Paulus menekankan kebangkitan untuk menghibur umat Kristen yang berduka; sedangkan 2 Tes 1:3-10, ia menekankan pada penganiayaan dan penghakiman untuk menguatkan umat Kristen yang sedang menderita penganiayaan. Namun demikian, Rasul Paulus tetap mengacu pada kejadian yang sama, yaitu: Kedatangan Kristus yang kedua yang terjadi hanya satu kali, dengan kemuliaan-Nya. Moo kemudian membandingkan dengan penuturan dan penekanan yang berbeda pada ke-empat Injil tentang kisah sengsara Yesus di salib, namun semuanya mengacu pada kejadian yang satu dan sama, yaitu penyaliban Yesus di Golgotha.

Jadi apa pengajaran Bapa Gereja mengenai akhir zaman?

  1. St. Yustinus Martir (100-160): “…. Dua kedatangan Kristus yang telah diberitakan, adalah: pertama waktu Ia datang dalam penderitaan, tidak dalam kemuliaan, tidak dihormati dan disalibkan; tetapi kemudian Ia akan datang [kembali] dari surga dengan kemuliaan, ketika … Antikristus [lihat 2 Tes 2:3] yang mengajarkan hal-hal yang menentang Yang MahaTinggi, datang untuk melakukan hal-hal yang jahat di dunia melawan orang-orang Kristiani.” Maka di sini kita ketahui hanya ada dua kali kedatangan Kristus. Kedatangan yang kedua adalah setelah Gereja mengalami penganiayaan yang disebabkan oleh Antikristus. Tidak disebutkan adanya ‘secret rapture’ untuk membebaskan orang percaya dari penderitaan/tribulations.
  2. St. Irenaeus (125-203): St. Irenaeus, yang adalah murid St. Policarpus, yang adalah murid St. Yohanes, mengatakan bahwa ke-10 raja yang disebut dalam Dan 7:24 dan Why 17:12, akan “memberikan kerajaan mereka kepada Antikris, dan mengusir Gereja.” Tetapi, para orang beriman akan bertemu dengan Tuhan pada “kebangkitan orang-orang benar, yang akan terjadi setelah kedatangan Antikristus, dan kehancuran semua bangsa di bawah kepemimpinannya. Di sini juga jelas bahwa Gereja harus bertahan menghadapi penderitaan/ tribulation yang disebabkan oleh Antikristus, namun kemudian Kristus akan datang dan mengumpulkan para kudusnya dalam kebangkitan orang mati.
  3. St. Hippolytus (wafat 235): Ia juga mengajarkan dalam komentar kitab Daniel 12:1, bahwaakan terjadi masa kesulitan setelah kedatangan Antikristus yang menyebabkan kehancuran, baru setelah itu Kristus akan datang terakhir kali dari surga, “yang membawa api dan pengadilan yang adil bagi mereka yang menolak untuk percaya kepada-Nya.” Di sini juga tidak disebutkan bahwa ada kedatangan Yesus yang ‘ekstra’ dan rahasia untuk membebaskan Gereja dari penderitaan terakhir.
  4. Selanjutnya, pengajaran senada juga diajarkan oleh para Bapa Gereja, seperti dalam Surat-surat Barnabas, Hermas, Didache, Tertullian, Lactantius, Melito dari Sardis dan Methodius.
  5. St. Jerome (342-420), dengan mengacu pada beberapa ayat dalam Alkitab mengajarkan, bahwa orang-orang Kristen akan mengalami ‘final tribulation’ seperti yang mereka alami dalam setiap generasi. “Kamu keliru jika kamu menyangka bahwa tidak akan ada waktu bagi orang-orang Kristen untuk menderita akibat penganiayaan Iblis… Harinya akan datang…terberkatilah pelayan yang didapati Tuannya siap sedia. Lalu pada suara sangkakala dan bangsa-bangsa ketakutan, namun kamu malah bersuka cita… sebab kamu akan bergembira, tertawa dan berkata, Lihatlah, Tuhanku yang tersalib, lihat, Hakim-ku.”
  6. St. Agustinus (354-430), mengatakan bahwa, “Allah yang Maha Besar sama sekali tidak membebaskan para kudus-Nya dari pencobaan, tetapi hanya melindungi hati mereka (“the inner man”), di mana iman berada, supaya dengan pencobaan dari luar, mereka [malah] bertumbuh di dalam rahmat… Pencobaan/penganiayaan ini yang terjadi di hari terakhir adalah sangat hebat, dan akan menjadi yang terakhir untuk dihadapi oleh Gereja yang Kudus di seluruh dunia, seluruh kota Kristus akan diserang oleh kota Iblis, yang keduanya ada di dunia.” Lalu St. Agustinus mengatakan, bahwa Kristus akan datang kembali untuk membangkitkan orang mati dan menghakimi dunia. “Kebangkitan pertama” yang disebutkan dalam Why 20:5 diartikan sebagai Pembaptisan dan kehidupan dalam rahmat yang diberikan kepada umat beriman melalui sakramen-sakramen Gereja. Jadi uraian St. Agustinus jelas mengatakan, bahwa kedatangan Yesus yang kedua akan terjadi hanya satu kali, dalam kemuliaan, dan dapat dilihat oleh semua orang, sebagai akhir dari penderitaan yang besar yang dialami Gereja.
  7. St. Yohanes Krisostomus (347-407) juga percaya bahwa “pengangkatan” orang beriman akan terjadi bersamaan dengan kedatangan Kristus kembali dengan mulia di akhir sejarah manusia, untuk membangkitkan orang-orang mati dan menghakimi dunia. Dalam komentarnya terhadap 1 Tes 4:15-17 dia menjawab pertanyaan, “Kalau Kristus hendak turun ke dunia,mengapa kita perlu ‘diangkat’? Jawabnya adalah: “demi menghormati Dia.” Di sini St. Yohanes menghubungkan pengangkatan dengan kebiasaan di masyarakat kuno, yang menyambut raja yang datang menuju tempat tujuannya. Bahkan hal ini njuga terjadi pada keluarga, dimana ketika ayah datang, maka anak-anak datang menyambutnya.
  8. St. Thomas Aquinas (1225-1274) Ia mengutip St. Gregorius Agung yang dikutip oleh St. Albert yang mengatakan bahwa “suara sangkakala itu tidak lain adalah Sang Putera Allah yang turun ke dunia untuk menjadi Hakim.” Hal ini berkaitan dengan Mat 24:27, “Sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pula-lah kelak kedatangan Anak manusia.”

Dari tulisan di atas, kita mengetahui, bahwa sepanjang sejarah Gereja, para Bapa Gereja tidak mengenal adanya teori “secret rapture”. Walaupun para rapturist ada yang mengutip suatu tulisan kuno yang tak jelas siapa pengarangnya, namun yang mungkin dipercayai oleh sejumlah umat Kristen awal. Pengarangnya disebut sebagai “Pseudo-Ephraem.” Dalam teks kuno tersebut memang ada bagian yang jika dilepaskan dari konteksnya, dapat seolah mendukung teori rapture. Namun, sesungguhnya pernyataan tersebut cukup problematik, sebab secara keseluruhan teks tersebut menceritakan tentang kedatangan Kristus dengan kemuliaan-Nya diiringi oleh para malaikat dan para kudus-Nya untuk membangkitkan orang-orang mati pada Hari Penghakiman. Sehingga, hal bertentangan dengan pengangkatan orang beriman yang sudah meninggal secara rahasia/ secret rapture. Juga, pada teks yang sama dikatakan bahwa umat Kristen akan mengalami penderitaan akhir/final tribulation di bawah Antikristus, jadi ini juga bertentangan dengan pandangan bahwa secret rapture adalah untuk membebaskan para beriman dari penderitaan akhir.

Namun, seandainya pun ada yang menganggap teks ini adalah dasar pengajaran “secret rapture”, maka sesungguhnya, secara objektif dapat dikatakan bahwa pandangan tersebut hanyalah merupakan pendapat sekelompok jemaat awal berdasarkan dari pengarang yang tidak dikenal yang tidak mempunyai wewenang mengajar di Gereja, dan tidak sesuai dengan pengajaran para Bapa Gereja yang lain.

Pengajaran para pendiri Gereja Protestan tentang akhir zaman

Baik Luther maupun Calvin mengikuti pengajaran St. Agustinus: bahwa Gereja tidak dilepaskan dari penderitaan/ tribulation di tangan Antikristus, namun akhirnya, Kristus akan kembali dengan kemuliaan-Nya:

  1. Martin Luther, mengomentari kitab Wahyu, mengatakan bahwa kitab itu merupakan penjabaran tentang “penderitaan dan bencana yang akan terjadi pada dunia Kristen sepanjang sejarah.”
  2. John Calvin mengatakan, bahwa Antikristus akan menyelesaikan “penceraiberaian Gereja secara publik”. Namun akhirnya, Kristus akan mengalahkannya “dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya [dengan segala kesesatannya], pada saat Ia datang kembali.” (lih. 2Tes 2:8). Maka bahkan Calvin sendiri yakin bahwa kejadian 1 Kor 15:20-28 dan 1 Tes 4:13 adalah satu kejadian. Ia mengatakan, perihal bunyi sangkakala terakhir,….”I prefer to understand the expression as metaphorical. In 1 Tes 4:16, …connects together the voice of the archangel and the trumpet of God. As therefore a commander, with the sound of a trumpet, summons his army to battle, so Christ, by His far- sounding proclamation, which will be heard throughout the whole world, will summon all the dead… to the tribunal of God.

Jadi apa prinsip pengajaran Gereja Katolik tentang kedatangan Yesus yang kedua?

Secara prinsip ada empat hal yang perlu kita ketahui:

1. Kedatangan Yesus yang kedua tidak akan terjadi secara rahasia, melainkan akan terjadi secarapublikkelihatan oleh semua orang, penuh dengan kemuliaan, dan kejayaan. Maka, kedatangan Kristus yang kedua hanya akan terjadi satu kali saja.

  • “Lihat, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia.” (Why 1:7).
  • “… semua bangsa di bumi…. akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan kekuasaan dan kemulianNya.” (Mat 24:30)
  • Kedatangannya akan diiringi dengan bunyi sangkakala (Mat 24:31)“…. dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia” (Mat 25:31)

2. Kedatangan-Nya yang kedua akan datang tanpa diduga, dengan cara yang sama seperti saat Ia naik ke surga, dan diikuti oleh Penghakiman Terakhir yang mencakup semua orang.

  • “Hendaklah kamu siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (Mat 24:44)
  • “Yesus ini, yang terangkat ke surga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga” (Kis 1:9-11).
  • Kedatangan Kristus akan menjadi akhir dunia dan membawa semua manusia kepadaPengadilan Terakhir (Mat 25) ….”Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas tahta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang …” (Mat 25:31-32)

3. Seperti Yesus mengingatkan para murid-Nya, Gereja akan mengalami banyak penganiayaan sebelum kedatangan-Nya yang kedua. Kekuatan Iblis akan menyerang umat Allah, dan para beriman tidak dibebaskan dari kesulitan ini. Namun Tuhan akan memberikan rahmat untuk bertahan, dan siapa yang bertahan sampai kesudahannya melalui pemurnian dan kesetiaan dalam pencobaan ini, akan diselamatkan (lihat perikop tentang Siksaan yang berat dan mesias-mesias palsu pada Mat 24:15-28, Mrk 13:14-23, Luk 21:20-24).

4. Tuhan mengajarkan bahwa saat kedatangan Kristus yang kedua tidak dapat diketahui sebelumnya (lih. KGK 673)

  • “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” (Mat 24:42)
  • “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.” Maka KGK 1040 mengatakan, “Hanya Bapa yang mengetahui hari dan jam, Ia sendiri menentukan, kapan itu akan terjadi.”

Kesimpulan

Sementara banyak gereja Protestan mengajarkan tentang akhir zaman ini dengan begitu banyak variasinya, yang bahkan bisa saling bertentangan, Magisterium Gereja Katolik memang memilih dengan tenang untuk teguh berpegang pada Tradisi yang diajarkan oleh para Bapa Gereja. Intinya, kedatangan Yesus yang kedua hanya terjadi satu kali, tiba-tiba dan tak dapat diketahui sebelumnya oleh manusia, dan Kristus akan datang dengan kemuliaan-Nya. Gereja Katolik tidak berusaha meramalkan siapakah Antikristus, ataupun menghubungkan skenario kitab Daniel dan kitab Wahyu. Namun bukan berarti kita layak mengacuhkannya, sebab permenungan akan akhir dunia akan sangat berguna untuk meletakkan kehidupan sehari-hari dalam perspektif yang benar, agar kita tidak terlena dengan kesenangan dan harta duniawi. Hal akhir zaman ini memang layak kita cermati, walaupun itu hanya menyadarkan kita bahwa kita mempunyai beberapa kemungkinan jawaban daripada sesuatu yang sudah pasti.

Selanjutnya, sebagai umat Katolik, tak usah kita lekas gelisah jika mendengar tentang pengajaran tentang akhir zaman. Akhir zaman memang harus menjadi perhatian kita, namun maksudnya agar kita dapat hidup dengan lebih baik dengan mempergunakan waktu yang Tuhan berikan pada kita dengan sebaik-baiknya untuk berbuat kasih dan kebaikan. Kita tidak perlu turut menghitung tahun dan waktu kedatangan Yesus yang kedua, karena besar kemungkinan hal itu tidak benar, seperti yang telah terbukti dalam sejarah manusia. Hasil hitungan kita akan hanya menambah panjang daftar kekeliruan ramalan manusia akan perhitungan akhir zaman, sebab Tuhan sendiri mengatakan bahwa kita tidak akan tahu hari mana Ia akan datang (Mat 24:42). Namun sebaliknya, kita juga tidak boleh mengacuhkan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua ini, apalagi sampai hidup seolah-olah tidak akan ada Hari Penghakiman. Sebab jika demikian, kita akan menyesatkan diri sendiri dan akan menerima ganjarannya di akhir zaman nanti. Jadi, mari kita melakukan apa yang diajarkan oleh Gereja, yaitu, berjuang untuk hidup kudus, dengan mengasihi Tuhan dan sesama, sesuai dengan panggilan hidup kita, entah sebagai kaum awam atau kaum tertahbis. Supaya jika saatnya tiba, entah pada akhir hidup kita, ataupun jika kita masih hidup, pada hari kedatangan-Nya, maka kita didapati-Nya sebagai hamba yang setia dan berjaga-jaga. Agar kita boleh mendengar sabda-Nya, “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.” (Mat 25:34).

Ditulis oleh Ingrid Listiati pada 27 06 09 Disimpan dalam 4 Hal TerakhirApologetikArtikel,Fundamental Teologi. Anda dapat membaca lebih lanjut di:

http://katolisitas.org/2009/06/25/akhir-jaman-menurut-ajaran-gereja-katolik-bagian-ke-1/

Father Frank Chacon, Jim Burnham, Beginning Apologetics: The End of Time, (Farmington, NM: San Juan Catholic Seminars), p. 3.

Paul Thigpen, The Rapture Trap, PA: Ascension Press, 2001, p. 127.

Menurut Konsili Nicea, 325 AD

Lihat A Catholic Commentary on Holy Scripture, gen ed. Dom Orchard, OSB, New York: Thomas Nelson and Sons Ltd., 1953, p. 896.

Diterjemahkan dari Douglas J Moo, “Response to Feinberg” in Gleason L Archer, et al., The Rapture: Pre- Mid-, or Post- Tribulational? (Grand Rapids, Mich: Zondervan, 1984), p. 99-100.

Diringkas dari The Rapture Trap, Paul Thigpen, PA: Ascension Press, 2001, p. 132-140.

St. Yustinus Martir, Dialogue with Trypho, 110, , dapat dilihat dalam The Ante-Nicene Fathers: Translations of the Writings of the Fathers Down to AD 325, Alexander Roberts and James Donaldson, eds. (Grand Rapids, Mich: Eerdmans, 1987, reprint). 10 volumes.

St. Jerome, Letter XIV.

St. Augustine of Hippo, City of God, XX, 8, 11, 14

St. John Chrysostom, Homilies on Thessalonians, VIII, “When a king drives into a city, those who are in honor go out to meet him; but those who are condemned await the judged inside the city. And at the coming of an affectionate father, his children and all those who are worthy to be his children are taken out to Him in chariot, so that they may see him and kiss him. But those of his servants who have offended him remain inside the house. We are carried upon the chariot of our Father. For He received Christ up in the clouds, and we shall be caught up in the clouds [see Acts 1:9]. Do you see how great is the honor? And as He descends, we go forth to meet Him…so shall we be with Him.“ (see 1 Tes 4:17)

St. Thomas Aquinas, Summa Theologica, Suppl. Q.77. Art.2.

Pseudo, disini artinya, menurut Wikipedia: The prefix pseudo (from Greek ?????? “lying, false”) is used to mark something as false, fraudulent, or pretending to be something it is not. Jadi Pseudo- Ephraem, adalah tulisan yang diperkirakan seperti tulisan St. Ephraem tetapi sebenarnya bukan.

For the saints and elect of God are gathered, prior to the tribulation that is to come, are taken to the Lord lest they ever see the confusion that is to overwhelm the world because of our sins….” Seperti dikutip oleh Gundry, First the Anti Christ, 162-63. Buku ini menceritakan pandangan Protestan tentang akhir zaman. Namun secara keseluruhan kita dapat melihat bahwa pandangan seorang evangelical Protestant dapat menentang ajaran “secret rapture” ini. Juga hal ini dijelaskan dalam buku Gundry yang lain, The Church and Tribulation.

Martin Luther, Preface to the Revelation of St. John, II; and Sermon on John 16:13.

John Calvin, Commentary on First Corinthians, 52.

Lihat Konstitusi Dogmatik tentang Gereja, Lumen Gentium bab 5, Panggilan untuk hidup kudus.

Begitu Susahnya Menepati Janji

Apakah anda pernah berjanji? Atau mungkin anda pernah dijanjikan sesuatu?

Saat kita ada di posisi orang yang berjanji, apakah ada beban bagi diri kita saat tidak mampu menepatinya? Apakah kita secara sadar sengaja untuk melupakannya sehingga tidak merasa bertanggung jawab untuk menepatinya? Mungkin sebenarnya kita merasa memiliki hutang yang harus dibayar saat memiliki janji yang belum ditepati. Hmmm… Semoga demikian.

Bagaimana saat kita berada di posisi orang yang dijanjikan? Rasanya akan sangat menyebalkan jika kita dijanjikan sesuatu sementara tidak dipenuhi. Ada perasaan jengkel, marah, sedih, merasa tidak memiliki arti, terabaikan… Sepertinya saya tahu betul… *karena banyak berhadapan dengan orang-orang yang ingkar janji* Entah itu sengaja atau tidak, atau mungkin sang penjanji memang lupa, mungkin juga si pembuat janji tidak merasa bahwa janji itu harus dipenuhi atau merasa saya bukan pribadi yang diperhitungkan dalam memenuhi janji itu…

Sangat tidak mengenakkan jika ada diposisi penerima janji. Apalagi kalau janji yang pernah diterimanya adalah sesuatu yang diharapkan dengan katalain sangat dirindukan untuk dipenuhi. Tentunya akan banyak sekali pemikiran negatif yang muncul di kepala. Dan siapa sangka hasilnya adalah  kehilangan kepercayaan terhadap pengumbar janji bahkan sampai berbalik memusuhi dan antipati.

Saya teringat dengan sesorang yang seharusnya menjadi panutan karena berpengalaman dalam suatu kelompok. Kebetulan kelompok ini memiliki sistem organisasi yang terstruktur dimana setiap bagian ada semacam head sectionnya. Teman ini seringkali dengan begitu gampangnya membuat janji-janji dalam memotivasi anggotanya. Tujuannya sebenarnya baik tapi karena hampir semua yang pernah dijanjikannya tidak dipenuhi, semua orang yang ada dibawah kepemimpinannya tidak mempercayainya lagi bahkan mencibir saat teman saya ini berbicara.

Jadi jangan mengumbar janji jika tidak yakin bisa ditepati. Mana kala sudah terlanjur berjanji tetapi tidak bisa menepati, minta maaf dan berikan pengertian agar kita tidak menjadi pribadi yang dibenci.

Efek Halo (Fenomena Optik)

Efek halo… sesuai judulnya. Hari ini baru saja melihat kejadian ini di Soroako. Awal mula salah seorang kakak menelepon meberitahukannya. Setelah kami ngantri ria BBM berjam-jam pagi tadi.

Tutup telp, keluar dari mobil & langsung liat ke langit… weeeewww… awesome… mendadak teringat… How glorious… Amazing… How awesome You are my Father… You are the creator….

Gak puas & takut pemandangan itu berlalu, ku jepret & upload ke flickr… Keren.

Halo (ἅλως; disebut juga nimbus, icebow, atau Gloriole) adalah fenomena optikal berupa lingkaran cahaya di sekitar Matahari dan Bulan, dan kadang-kadang pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan. Ada berbagai macam halo, tapi umumnya halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus yang dingin yang berada 5–10 km diatas troposfer. Bentuk dan lokasi kristal es menentukan tipe halo apa yang akan terlihat. Cahaya yang dipantulkan pada kristal es dapat terpecah menjadi lebih dari satu warna, sama seperi pada pelangi.

Halo juga kadang-kadang dapat muncul di dekat permukaan bumi, ketika ada kristal es yang disebut debu berlian. Kejadian ini dapat terjadi pada cuaca yang sangat dingin, ketika kristal es terbentuk di dekat permukaan dan memantulkan cahaya.

Source..

TORAJA TRIP – Bagian 2

Dari bagian 1

Sabtu Sore

Setelah tanya-tanya sana-sini akhirnya dapat informasi juga mengenai lokasi kerajinan sarung tenun yang ada di Toraja. Lokasinya di sekitar kampung yang bernama Sa’dan tepatnya di lokasi yang disebut To’Barana. Lagi-lagi lokasi ini dimiliki oleh salah satu rumpun keluarga. Rupanya tempat-tempat yang kami kunjungi di Toraja lebih banyak dimiliki oleh rumpun keluarga. Satu kampung rupanya dihuni oleh orang-orang yang masih bersaudara satu sama lain.

Kerajinan sarung tenun To'Barana - Sa'dan

Di tempat kerajinan sarung tenun ini kami menjumpai beberapa pengrajin. Hasil temun ternyata tidak hanya dipasarkan di toraja saja tapi juga dijual di luar toraja bahkan sampai ke mall-mall yang ada di ibukota. Seorang ibu bahkan mengatakan kalau produk mereka tidak jarang diikutkan dalam berbagai pameran di ibukota. Hebat ya… kalau bisa go international lebih hebat lagi.

Di tempat kerajinan satung tenun inilah rupanya anggota rombongan banyak membelakanjakan duitnya. Rombongan yang mayoritas perempuan ini asik aja belanja. Tawar harga kain berbagai corak dan warna dan tanpa terasa waktu menjelang malam saat harus beranjak dari tempat ini.

Tidak jauh dari lokasi sarung tenun rupanya rombongan kami sudah dinantikan oleh salah seorang rekan yang sedang punya hajatan dua hari kemudian. Rekan ini berencana untuk melangsungkan pernikahan. Meskipun tidak akan hadir di acara resepsi pernikahannya, kami menyempatkan berkunjung ke rumahnya untuk memberi ucapan selamat sekaligus merampok makanan yang disiapka untuk acara pernikahan. Lebih gak tahu dirinya lagi sepulang dari sini kami bawa bungkusan lho… padahal besoknya makanan yang kami bungkus tidak habis dimakan dan terpaksa dibuang karena ditinggalkan begitu saja di dalam mobil hingga akhirnya rusak.

Sabtu Malam

Saat malam hari rombongan kami hanya menghabisakan waktu nongkrong di kolam besar yang ada di tengah kota Makale. Makan sate ayam & soto ayam meskipun sebenarnya perutku tidak merasa lapar setelah menyantap chinese food porsi 5 orang yang kuhabiskan bersama 2 rekanku tadi siang… malam minggu itu kami sebenarnya kebingungan mencari lokasi nongkrong. Maunya sih lokasi yang lumayan cozy untuk saling ngobrol & santai tapi rupanya sangat sulit sekali menemukan lokasi seperti ini di toraja. Sempa teringat dengan salah satu teman domisili di toraja yang memiliki sebuah restoran kopi yang katanya cukup enak sebagai tempat nongkrong tapi katanya hanya buka sampai jam 10 malam. Wah… selain jarang tempat hangout ala kota di toraja rupanya cepat tutup juga.

Nongkrong di Makale

Malam semakin larut hingga akhirnya kami kembali ke hotel untuk beristirahat.

Minggu Pagi

Terbangun!!! Dibangunin Edo… waktunya belanja oleh-oleh & hal-hal menarik lainnya. Pagi itu shopping time…. Rombongan langsung berpencar. Tujuan utama adalah lokasi pasar Rantepao. Kegitan shopping sebenarnya tidak terlalu menarik buatku, tapi rupanya momen ini dimanfaatkan dengan baik oleh anggota rombongan yang lain. Alhasil sekitar pukul 10 pagi rombongan kami kembali ke Sorowako dengan mobil yang sangat penuh dan saat menyetir terasa sekali kalau muatan di mobil kami sungguh teramat sangat kelebihan muatan… xixixixixixixi….

Mei saat shopping.... nyobain apa itu ya? ikat kepala?

Perjalanan pulang ke soroako disempatkan dengan foto-foto di sekitar waterfall yang kami lewati, mampir di KFC palopo, makan siang di Ulu Bale Palopo dan pesta duren ditraktir Edo di perbatasan antara kabupaten luwu utara dan luwu timur.

di KFC Palopo

Trip yang sangat menyenangkan dengan teman-teman baru dan sangat memuaskan jika dibandingkan dengan mengisi libur week end kemarin dengan diam di rumah.

TORAJA TRIP – Bagian 1

Jumat Malam

Minggu lalu Kak Lily ngajakin jalan ke toraja. Katanya berangkatnya bareng-bareng sama anak-anak yang terlibat dalam salah satu project di perusahaan tempatku bekerja. Berangkat dari Soroako jumat malam 25 Maret 11 pukul 08:30. Perkenalan dengan anak-anak coops dari Universitas Parahyangan Bandung dan beberapa karyawan konsultan serta kontraktor projek lumayan seru. Segala model ada… mulai dari yang paling banyak ngomong sampe yang ngomongnya irit banget. Xixixixixi… sejenak ada keraguan apakah aku bisa menjadi sangat akrab dengan mereka mengingat beda umur kami cukup jauh. Lumayan untuk disebut berbeda generasi.

Kami berangkat ke toraja dengan 3 light vehicle yang dikemudikan sendiri. Satu mobil berisi penggemar musik asoyyy yang kukemudikan, satu mobil dikemudikan teman senasib sepenanggunganku Edo selama bekerja di perusahaan ini dan satu mobil lagi yang disupirin Kak Lily dan berisi para ladies semua… Andai aku ikut di mobil itu maka perjalanan selama 2 hari 3 malam akan menyenangkan ditengah sarang perawan… hihihihihihi…..

Driver Team - kurang Si Lele

Teman-teman baru ini tampaknya sangat menikmati perjalanan. Meskipun ada beberapa yang terpaksa harus jackpot karena jalan yang berkelok-kelok dan masuk angin… (mungkin juga masuk angin… masuk angin sih gak papa asal gak keluar angin… bisa mabok kita yang ada dalam mobil).

Pukul 04:00 pagi kami tiba di toraja & langsung checkin di wisma yang sebelumnya sudah book dan di tawar habis-habisan sama salah satu anggota rombongan kami. (Thanks Laurent… dah siapin hotelnya… kata gw lo cocok kerja jadi tukang tawar barang… xixixixixi….). Gimana gak ditawar habis-habisan kalau yang dibayar Cuma biaya nginap sehari semalam tapi bisa dapat breakfast 2 kali.. wkwkwkwkwk… tapi good lah si Laurent pokona mah… Disini kami istirahat sejenak. Lumayan cape juga apalagi sepanjang jalan dari palopo hingga toraja suasana dalam mobil cukup tegang karena jalan yang banyak kelok disertai hujan yang membuat jalan jadi licin… sepanjang jalan saya dan Putra (navigator-ku) banyak mengeluh… kenapa ya jalanannya kita belum selesai belok sudah harus belok lagi… hihihihihi….

Wisma MONIKA - Punya Agnes Monika kali yak?

Sabtu Pagi

Setelah sarapan pagi sekitar pukul 8:00 lebih… kami mulai untuk mengexplore toraja. Berharap di hari sabtu itu akan banyak lokasi yang akan dikunjungi dan banyak hal yang bisa dilihat. Meeting mengenai lokasi-lokasi yang akan dikunjungi dan saya diharapkan untuk menjadi guide untuk perjalanan di Toraja. Kenapa saya? Padahal gak begitu faham toraja… Katanya darah banyak berbicara karena saya adalah keturunan orang Toraja meskipun lahir dan besar di luar toraja… xixixixixi…..

Hasil meeting pagi itu kami sepakat untuk jalan-jalan ke satu tempat dimana kita bisa menikmati keindahan alam berupa lanscape alam yang indah. Lokasi ini disebut Batutumonga. Tapi karena kurang begitu tahu sehingga terjadi missunderstanding. Yang ada di pikiranku saat itu adalah pemandian air panas tapi sebenarnya lokasi ini bukan Batutumonga tapi namanya Makula. Jadilah kami salah arah meskipun akhirnya perjalanan tetap dilanjutkan ke Makula karena sudah setengah jalan.

Pagi itu Makula menjadi tempat pertama yang kami kunjungi. Dari beberapa orang disana kami sempat menanyakan lokasi Batutumonga yang akhirnya kami terpaksa mengurungkan niat kesana. “Batutumonga arahnya bukan kesini, tapi dari kota Rantepao kita harus megikuti jalur ke arah Sa’dan dan sebelum sampai di Sa’dan ketemu dengan persimpangan. Dari sini kita mengambil jalur kiri. Tapi saya sarankan lebih baik tidak usah kesana karena jalannya sangat sempit dan rusak para.” Begitu kata bapak yang kami temui di Makula.

Hari makin siang dan kami mulai berpindah dari Makula. Di perjalanan salah seorang rombongan melihat papan penunjuk jalan yang bertuliskan “Baby Grave” (Pemakaman Bayi). Kami putuskan untuk mampir dulu disini. Di tempat ini kami melihat satu batang pohon besar yang di bagian sisinya dilubangi dan dijadikan sebagai makam untuk bayi-bayi yang meninggal pada usia kurang dari 6 bulan. Setiap lubang diisi 1 mayat bayi yang ukurannya tidak lebih dari 60 cm. Lubang yang berisi mayat bayi ini kemudian ditutup dengan ijuk. Menurut salah satu ibu yang tinggal di lokasi ini, makam bayi atau baby grave ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu dimana masyarakat sekitar masih menganut agama animisme toraja. Sekarang ini masyarakat sudah tidak memakamkan bayi di batang pohon lagi sejak masyarakat sekitar banyak yang menganut agama yang dibawa oleh para misionaris dari luar seperti agama Islam dan Kristen.

Foto depan baby grave

Sabtu Siang

Puas foto-foto dan lihat-lihat di baby grave kami melanjutkan jalan-jalan ke pemakaman lain. (yang dikunjungi horor semua ya?). Pemakaman ini cukup terkenal sebagai salah satu objek wisata di Tana Toraja. Londa, salah satu tempat pemakaman di liang batu dan gua. Bagi masyarakat Toraja, sanak keluarga yang meninggal jarang yang dimakamkan dengan cara dikubur di dalam tanah atau dikremasi. Masyarakat toraja pada umumnya memakamkan sanak keluarganya yang meninggal di liang batu atau gua, selain itu juga ada yang memakamkan anggota keluarganya di dalam suatu bangunan yang mirip rumah kecil yang dihiasi ornamen toraja yang disebut “Patani”. Didalam patani inilah semua jenazah rumpun keluarga dikumpulkan menjadi satu. Tidak heran kalau sepanjang jalan dan lokasi yang kami kunjungi di Toraja ada banyak sekali patani yang kami lihat. Patani ada yang dibangun diatas gunung bahkan ada yang dibangun dekat dengan jalan raya. (kebayang betapa menyeramkannya jika harus berjalan sendirian malam-malam dekat patani… hiiiiiiiiiii!!!!! Lhaaaa kok yang dibahas patani….???? Back to Londa).

Foto di Londa

Di Londa kami sempat melihat banyak tulang-belulang jenazah yang dimakamkan disini. Jenazah-jenazah yang dimakamkan di Londa ini adalah yang berasal dari satu rumpun keluarga saja. Salah satu gua yang sempat kami masuki, kami melihat 2 tengkorak yang menurut guide yang ada disana katanya itu adalah tengorak dari dua sejoli yang meninggal bunuh diri karena hubungan mereka tidak direstui oleh keluarganya… (hmmm… kisah romeo & juliet versi toraja). Menurut salah seorang guide, kisah cinta dua sejoli ini tidak direstui oleh keluarga karena mereka masih memiliki hubungan darah yang sangat dekat (masih saudara sepupu sekali dalam arti bahwa orang tua mereka masih bersaudara kandung). Bagi orang toraja saudara sepupu yang seperti ini sebenarnya masih dianggap sama seperti saudara kandung.

Dua Sejoli

Dari Londa kami lanjut ke lokasi berikutnya… Lagi-lagi pemakaman. (horor lagiiii….) Pemakaman ini disebut Ke’te’ Kesu…. Penulisannya menggunakan apostrop yang jika dibaca harus diucapkan dengan sedikit ditekan (bahasa toraja banyak yang seperti ini).

Di Ke’te’ Kesu lagi-lagi aktifitas HIMAGIFO (Himpunan Mahasiswa Gila Foto) bukan menjadi hal yang ilegal… kamera beraksi sana-sini… jepret sana jepret sini… (banyakan sih bukan foto objek wisatanya.. tapi sebenarnya ngumpulin bukti kalau sudah pernah berkunjung ke sini jadi bukan mengambil foto tapi kata yang paling tepat adalah berfoto… hihihihihih…)

Ke'te' Kesu - Pengaruh Mistis. Mereka melayang semua

Ke'te' Kesu

Tulang-belulang di Ke'te' Kesu

Akhirnya itenary yang paling penting tiba juga… Makan siaaaannnggg…. Semua pada sibuk nyari lokasi makan siang setelah kami kembali ke Kota Rantepao… Makan siang kali ini kami terpecah menjadi dua kelompok. Satu kelompok memilih untuk manikmati chinese food dan satu kelompok lagi memilih makan makanan muslim. Di rumah makan chinese food rupanya ada menu kapurung (buat yang belum tahu, kapurung ini adalah makanan khas dari sulawesi selatan tepatnya daerah Luwu yang terbuat dari sagu. Makannya tidak dengan cara dikunyah tetapi langsung ditelan). Keanehan ini yang kami jumpai di Rantepao… rupanya kapurung diadopsi juga sebagai makanan cina… hihihihihi…. Hati-hati lho… asal gak dipatenkan aja…. Nanti disangkain klaim kayak negara tetangga kita itu tuu….

Chinese food @ Rantepao - Porsi untuk 5 orang dihabiskan oleh 3 orang

Setelah makan siang kembali ke hotel untuk istirahat.

Bersambung…..

Pengisian SPT Tahunan PPh WP Orang Pribadi

SPT Tahunan PPh WP Orang Pribadi, ternyata itu singkatan dari Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi. Sudah disingkat ternyata masih saja panjang singkatannya.

Kantorku seminggu ini bakal rame dengan orang-orang yang akan melengkapi SPT tahunannya. Kebetulan untuk perusahaan tempat saya bekerja, ruangan besar yang biasa digunakan untuk sosialisasi serta dekat dari lokasi penambangan dan lokasi produksi adanya di bangunan kantor saya.

Banyak cerita lucu yang sempat saya lihat sehubungan dengan tumpah-ruahnya karyawan perusahaan modal asing ini di kantor saya. Mulai dari kewalahannya petugas pajak yang tampaknya sudah sangat bosan menanggapi pembicaraan setiap orang yang datang mengenai Gayus Tambunan. Millioner Indonesia yang kaya raya disertai dengan catatan gelap yang kaya raya pula. Kasihan juga liat petugas pajak ini. Disamping harus melayani karyawan yang sebegitu banyaknya untuk memeriksa berkas dan memberikan surat tanda terima, juga harus memberikan penjelasan untuk sejumlah pertanyaan yang bisa saja ada hubungan atau tidak ada hubungan dengan pekerjaan yang sedang dilakukannya sekarang. Tapi sebenarnya pembicaraan yang harus mereka ladeni adalah lagi-lagi soal Gayus Tambunan. Maklum, mereka ada di satu departemen yang sama bahkan bisa dibilang teman sejawat pelaku kecurangan pajak yang jumlah digit angkanya melebihi jumlah digit nomor telepon.

Sebenarnya tidak semua pegawai pajak melakukan hal yang sama seperti Gayus. Saya sangat percaya dan hormat kepada beliau-beliau yang melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. Seperti bapak-bapak petugas pajak yang melayani kami di tempat ini. Penjelasan mengenai cara pengisian formnya sangat bagus sekali, mudah dimengerti dan bekerjanya juga cepat sekali. Tidak perlu menunggu lama, cukup setor form yang  telah komplit diisi dan setelah jam makan siang kami bisa kembali untuk mengambil tanda terimanya.

Berbicara soal pajak, saya teringat cerita dalam Alkitab mengenai Zakeus. Jauh sebelum Yesus datang ke dunia mengambil rupa sebagai hamba rupanya pajak sudah terlebih dahulu exist di dunia. Di kitab suci diceritakan bagaimana Gayus versi before mesiah ini melakukan banyak kecurangan. Menagihkan pajak melebihi pajak yang seharusnya dan menimbunnya sebagai kekayaan pribadi. Banyak orang yang dirugikan oleh kelakuan Zakeus. Sehingga semua orang membencinya dan dianggap sebagai orang yang harus dihindari. Kecurangan demi kecurangan sepertinya sudah menjadi habbit bagi Zakeus sampai suatu saat mengalami lawatan pribadi saat perjumpaannya dengan Imam Agung. Zakeus yang begitu terpesonanya melihat kehadiran Yesus memperoleh hidayah saat Yesus menyatakan ingin datang ke rumahnya.

Apa yang dilakukan Yesus inilah yang merubah kehidupan Zakeus, dan ia mengalami pertobatan yang benar. Pertobatan/Metanoia adalah perubahan sikap 180 derajat. Berubah dari sikap dosa dan berbalik kepada Kristus, serta menyadari jati diri kita yang sebenarnya, sebagai anak-anak Allah. Itu juga yang dialami oleh Zakeus, setelah mengalami kasih dari Tuhan, mengalami pertobatan, dia mau memperbaiki hidup, dan membagi kasih kepada orang lain, termasuk orang-orang yang pernah dia rugikan.

Kita semua adalah seperti Zakeus, yang datang dengan latar belakang yang berbeda, dan kita ingin melihat Tuhan, serta mengalami jamahan kasih-Nya. Tidak ada kesalahan yang terlalu besar bagi Tuhan untuk diampuni. Dimana dosa semakin besar, maka kasih-Nya akan semakin besar dan nyata. Tuhan tidak mempermasalahkan masa lalu, dosa-dosa kita. Yang Dia mau adalah, kita menyadari akan semua dosa-dosa kita, bertobat, dan mengalami kasih-Nya yang begitu besar. Kasih yang sempurna, kasih yang “Agape”, yang bukan dari dunia ini, yang dapat merubah segalanya.

Kisah Gayus dan Zakeus ada yang sama dan ada yang berbeda. Sempat beredar ramai di social networking, email, dan messenger.

Nama mereka berakhiran Us.
Sama sama kerja di kantor pajak..
Sama sama korupsi..

Gayus naik
Zakeus juga naik
Cuma….
Gayus naik pesawat,
Zakeus naik pohon.

Gayus ingin ketemu koruptor
Zakeus ingin ketemu Yesus.

Gayus duduk di pengadilan sama hakim.
Zakeus duduk makan dengan Yesus.

Gayus hartanya disita setelah ketahuan korupsi
Zakeus hartanya di bagi-bagikan setelah bertemu Yesus.

Tingkah Gayus dibenci Tuhan…
Kelakuan Zakeus menyenangkan Tuhan!

Note : Zakeus adalah nama seorang pemungut cukai. Merupakan salah satu tokoh cerita dalam Alkitab.


Blackberry Messenger coming to Android and iPhone

BGR has learned from multiple trusted sources that Research In Motion is planning to bring its beloved BlackBerry Messenger app and service to Android, and eventually to iOS as well. According to our sources, RIM has not yet finalized details surrounding timing or pricing, but we have heard that the company might make the software free to all users. We’re also told strategy is still being developed, however, and RIM may end up charging users a one-time fee or even a recurring fee for access to its BBM service on third-party platforms.

It might seem a bit strange for RIM to want to bring the software that is responsible for keeping BlackBerry devices in the hands of countless potential defectors, but in the big picture, we think it could make sense. The company is getting very frustrated with applications like WhatsApp and Kik offering third-party experiences based on a concept RIM invented, and RIM apparently wants to own the space.

As far as what Android and iOS users can look forward to, we’ve been told RIM will offer stripped down versions of the BBM experience BlackBerry owners know and love. That way, Android and iOS users can communicate with practically anyone who has a smartphone using BBM, but they might not be able to share photos, location, or videos (when RIM crosses that bridge). Users who want the full BlackBerry Messenger experience will still need a BlackBerry smartphone to get it. At the same time, RIM could own the entire messaging app category on every major smartphone OS platform and could potentially draw new users in because it has given them a taste of what BlackBerry Messenger is all about.

Right now, we have heard that Android is definitely a go. But again, we’re not sure on timing, though our sources are confident that it will launch some time this year. RIM chose Android first because of the fact that it could develop and integrate something like this much easier with an open platform, but the plan is to build and deploy an iOS version at some point as well.

Source

Guci yang retak

Setiap manusia diciptakan dengan kemampuan masing-masing dan berbeda satu dengan yang lainnya. Sejak kecil kita sering mendengar bahwa manusia itu diciptakan unik. Setiap manusia unik (berbeda) sekalipun mereka adalah anak kembar.

Keunikan manusia ini yang membuatku berpikir, jikalau ada dua orang yang bekerja bersama-sama dengan menggunakan alat yang sama, dengan menggunakan metode yang sama, apakah mungkin membawa hasil yang sama? Ternyata tidak. Karena dua orang yang unik satu sama lain ini memiliki kemampuan yang berbeda sebab mereka memang diciptakan berbeda.
Ini terkait dengan talenta atau bakat yang dimiliki oleh masing-masing dari mereka. Dua orang sekalipun memiliki talenta yang sama tentunya selalu saja seorang akan lebih dari yang lain atau seorang akan kurang dari yang lain. Masing-masing memiliki takaran tertentu dan jika diukur pada satu parameter tentunya nilai hasilnya akan menunjukkan value atau harga yang berbeda pula.

Saya sangat yakin bahwa seseorang tidak akan mungkin selalu lebih dari pada orang lain dalam segala hal. Karena manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan begitu mantap semua orang akan berkata setuju jika saya membandingkan dua orang, misalnya A dan B bahwa ada beberapa hal dimana A sanggup melakukan lebih baik daripada B dan sebaliknya ada beberapa hal dimana A akan tidak berdaya secara kemampuan jika dibandingkan dengan B. Kelebihan yang dimiliki A mungkin saja tidak dimiliki oleh B tetapi pasti ada kelebihan dari B yang menjadi kekurangan bagi A.

Saya selalu merasa minder atau merasa rendah diri saat tidak mampu melakukan suatu hal lebih baik daripada yang orang lain lakukan. Merasa kecewa terhadap diri sendiri mengapa saya tidak sanggup melakukan seperti yang mereka lakukan padahal saya sudah berusaha semaksimal mungkin bahkan secara hiperbolik bisa saya katakan sampai jungkir balik dan bersimbah darah… hahahahaha….

Sampai saya mendengar cerita tentang guci yang retak. Cerita ini saya dapatkan dari salah seorang hamba Tuhan yang dipakai secara luar biasa menjadi perpanjangan tanganNya.

Seorang pembawa air di India memiliki dua buah guci besar yang tergantung di kedua ujung tongkatnya dan disandang pada bahunya. Salah satu dari kedua guci itu sempurna dan selalu membawa air seguci penuh setiap kali diakhir perjalanan yang panjang dari mata air ke rumah tuannya. Sedang kan guci yang lainnya retak, dan ketika ia sampai pada tempat tujuan, air yang dibawanya hanya tinggal separuh. Setiap hari selama dua tahun si pembawa air itu membawa satu guci penuh dan guci setengah penuh kerumah tuannya. Tentu saja guci yang sempurna bangga dengan hasil yang dicapainya – sempurna sebagaimana adanya seguci penuh air. Guci yang retak malah sangatlah malu dengan kekurangannya dan merasa bersalah dengan apa yang telah dicapainya, hanyalah separuh daripada yang seharusnya bisa dilakukannya. Setelah dua tahun guci yang retak ini mengaamati kegagalannya yang pahit ini, dia berkata kepada pembawa air itu, katanya, “Saya malu dengan diri saya sendiri, dan saya ingin minta maaf kepadamu”.

“Mengapa ?” tanya si pembawa air itu, “Apa yang membuat kamu malu?”

“Telah dua tahun berlalu , saya selalu membawa setengah guci air setiap harinya karena keretakan didalam guci ini membuat ada air yang bocor mengalir sepanjang perjalanan saat akan menuju ke rumah tuan. Karena kekuranganku ini, kamu telah melakukan pekerjaan ini tanpa mendapatkan hasil yang penuh dari usaha kamu”. kata guci itu.

Si pembawa guci merasa kasihan kepada guci tua yang retak ini, dan dengan penuh belas kasih, dia berkata, “Sepanjang jalan ketika kita kembali kerumah tuan, saya ingin engkau memperhatikan bunga bunga yang indah sepanjang perjalanan”. Ketika mereka mendaki bukit, guci tua yang retak ini memperhatikan bunga-bunga liar yang indah sepanjang sisi jalan yang dilaluinya. Tetapi pada ahkir dari perjalanan itu, dia masih merasa tidak enak karena setengah dari air didalam guci yang dibawanya masih saja mengalir keluar.

Kemudian si pembawa air berkat kepada guci itu, “Apakah kamu memperhatikan bahwa bunga-bunga itu hanya ada disisi jalan yang engkau lalui dan tidak pada sisi dimana guci yang lain ada? Itu karena saya selalu tahu tentang kekuranganmu dan mengambil keuntungan darinya yaitu menyirami benih bunga yang ada pada sisi bagian jalanmu. Setiap hari ketika kita berjalan pulang dari mata air, kamu menyirami benih-benih tersebut dan selama dua tahun saya telah memetik bunga bunga indah itu untuk menghiasi meja tuanku. Jika engkau tidak menjadi seperti adanya engkau, tuanku tidak akan mempunyai anugerah keindahan didalam rumahnya.”

Seperti guci yang retak itulah, ternyata kita juga dapat mencapai sesuatu yang indah. Sekalipun kita memiliki kekurangan dibanding yang lain. Kita juga dapat membuat seseorang menjadi bahagia dan diri kita menjadi bahagia dengan tidak melihat hanya pada kekurangan kita.

Sebelum saya mendengar cerita ini saya selalu saja merasa tidak bahagia dengan keadaan dimana saya selalu dikalahkan oleh orang lain. Saya tidak pernah melihat bahwa saya juga memiliki kemampuan yang lain yang lebih baik dan bisa saya lakukan dengan cara yang lebih sempurna dimana orang lain tidak berdaya sama sekali. Pikiran saya hanya melihat kekurangan saya dan itu membuat saya menjadi sangat tidak bahagia.

Ada orang yang mengatakan, ”kalau dia bisa kenapa saya tidak”. Ini memang prinsip yang sangat bagus. Saya sama sekali tidak menentang prinsip ini. Karena melalui pola pikir yang seperti ini akan sangat termotivasi untuk menjadi lebih baik.

Karena itu untuk menjadi seseorang yang berbahagia saya berpikir sudah saatnya harus selalu melihat dan menilai diri tidak hanya dari kekurangan yang saya miliki. Tetap berusaha memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik dari hari lepas hari, dan tetap mengucap syukur untuk pencapaian yang dimiliki sekalipun bukan menjadi yang terbaik dari sekian banyak orang yang lebih baik.

Toilet Duduk VS Toilet Jongkok

Tingkah laku dan kebiasaan seseorang sudah tentu banyak dipengaruhi oleh latar belakang. Latar belakang disini ada banyak macamnya. Asal, budaya, lingkungan merupakan latar belakang yang sangat banyak berpengaruh.

Sebagai contoh yang terjadi di kantor saya. Kantor saya tidak hanya dikunjungi oleh orang-orang yang bekerja disana. Tetapi juga dikunjungi oleh orang-orang yang melakukan pelatihan (peserta training), atau orang-orang yang memiliki kepentingan yang terkait dengan masalah lingkungan, kesehatan, dan keselamatan kerja.

Orang-orang yang mengadakan aktifitas di kantor saya berasal dari beragam latar belakang. Berbagai suku bangsa ada disini. Mulai dari penduduk lokal, pendatang dari daerah lain, sampai pendatang dari manca negara. Maklumlah karena perusahaan ini adalah perusahaan mineral dengan modal asing. Latar belakang yang berbeda-beda ini banyak berpengaruh terhadap kebiasaan orang-orang tersebut. Sebut saja dalam menggunakan toilet. Ada yang terbiasa menggunakan toilet duduk dan ada yang biasa menggunakan toilet jongkok. Mungkin anda sudah akan mengerti dengan arah pembicaraan saya. Saya tidak mendakwa tetapi kebanyakan masyarakat lokal tidak dapat menggunakan toilet duduk. Umumnya mereka terbiasa menggunakan toilet jongkok dibandingkan menggunakan toilet duduk. Toilet yang ada di kantor saya semuanya adalah toilet duduk. Sehingga orang-orang yang terbiasa menggunakan toilet jongkok akan merasa tidak nyaman jika harus duduk diatas toilet.

Sering sekali saya menemukan toilet (bekas dipakai orang) yang kondisinya sangat jorok sekali. Orang yang menggunakannya sepertinya berjongkok diatas toilet duduk. Toilet juga berantakan karena genangan air ada dimana-mana, Karena jijik, batal pake toiletnya…

Masalah toilet duduk vs toilet jongkok ini sudah menjadi masalah yang dibicarakan pada saat meeting bersama di kantor saya. Hingga diputuskan untuk memasang toilet jongkok meskipun toilet duduk sudah tersedia. Dengan harapan setiap orang yang menggunakan toilet bisa memilih sesuai dengan kebiasaannya.

Apa yang terjadi? Meskipun sudah disediakan toilet jongkok, tapi masih sering ditemukan ada toilet duduk yang kotor, berantakan, genangan air dimana-mana, pokoknya jorok sekali. Petugas cleaning service bolak-balik mengeluhkan masalah ini. Karena itu dipikirkan lagi bagaimana cara yang harus ditempuh untuk membuat orang-orang tahu membedakan cara menggunakan toilet jongkok dan toilet duduk.

Diputuskan untuk membuat informasi berupa stiker yang dipasang di setiap toilet duduk mengenai cara menggunakan toilet.

Sekali lagi apa yang terjadi? Masih saja kejadian yang sama terjadi. Lagi-lagi cleaning service selalu mengeluhkan masalah yang sama. Entah dengan cara apa bisa membuat orang-orang bisa mengerti. Mungkin diperlukan petugas keamanan khusus untuk toilet sehingga semua orang sadar untuk menggunakan sesuatu dengan cara dan tujuan yang sebagaimana mestinya.

Beberapa konsultan saya yang berasal dari negara lain sempat tertawa saat melihat stiker yang terpasang di setiap toilet duduk. ”Huahahahaha!!! This is so funny!!! I have traveled to many countries but only in Indonesia I found something like this” demikian komentarnya. Tidak bisa dipungkiri itulah yang terjadi.

Saya tidak tahu bagaimana menentukan sikap untuk keadaan ini. Apakah jadi malu? Atau justru jadi bangga dengan keunikan yang dimiliki orang-orang di negeri ini?

Pokoknya Indonesia tanah beta… butuh waktu untuk memperbaiki semuanya itu… suatu saat pasti bisa….